Friday, April 6, 2018

Tiga Alat Penting Dalam Tambak


Kincir, pompa air, dan air jet aerator memegang peranan penting dalam usaha perikanan budidaya. Bagaimana tidak, ketiga alat tersebut berperan dalam memasok oksigen dalam tambak dan menjaga kualitas air serta pengolahan limbah itu sendiri.

Industri budidaya perikanan merupakan salah satu sektor yang paling cepat pertumbuhannya, dibandingkan dengan sektor perikanan tangkap yang laju produktivitasnya dinilai semakin lama semakin menurun. Hal tersebut dikarenakan kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan secara tidak benar dan berlebihan (over fishing).

Melihat sebuah fakta tersebut, maka tidak heran jika masyarakat sekarang beralih melakukan budidaya tambak atau kolam buatan dibandingkan dengan melakukan kegiatan penangkapan ikan yang hasilnya juga tidak maksimal.

Salah satu keuntungan melakukan budidaya tambak atau kolam buatan adalah pembudidaya bisa menggunakan berbagai inovasi dari peralatan teknologi perikanan yang saat ini semakin baik untuk menghasilkan panen yang maksimal.




Manager Marketing OLIMPIA, Gisela mengatakan, penggunaan ketiga alat pendukung budidaya seperti kincir, pompa, dan air jet aerator menjadi sebuah keharusan dalam usaha budidaya perikanan, sebab berbeda dengan perikanan tangkap yang sirkulasi airnya langsung dari alam, budidaya periakanan dengan volume air tetap namun sirkulasi airnya harus selalu dijaga.

Kincir
Samahalnya seperti manusia, semua makhluk hidup salah satu diantaranya hewan air juga membutuhkan oksigen dalam proses kehidupan dan pertumbuhannya. “Di dalam budidaya perikanan, kincir air merupakan peralatan yang paling pokok untuk menghasilkan oksigen sebagai kelangsungan hidup,” ujar Gisela.

Kincir air adalah salah satu peralatan pada budidaya perikanan di tambak yang berfungsi untuk menggerakkan air sehingga menghasilakn oksigen. Selain sebagai pemasok oksigen, adanya kincir air di dalam tambak atau kolam dapat mengantisipasi terjadinya perbedaan oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) yang cukup menyolok antar lapisan air tambak serta mengembalikan kualitas air ada keadaan semula.

Penggunaan kincir tidak boleh sembarangan, jelas Gisela, pada umumnya padat penebaran beroperasi 24 jam, namun DO rendah pada pukul 23.00 – 06.00 wib. Sebab dalam tambak terjadi stratifikasi kualitas air, seperti;
Stratifikasi suhu : suhu dingin atau panas diluar toleransi
Stratifikasi salinitas : aliran air masuk, evaporasi (penguapan) serta presifitasi (pengenceran) akibat hujan
Stratifikasi pH : dipengaruhi CO2 : O2 >< CO2
Stratifikasi O2 : konsumsi O2 oleh organisme dan perombakan.

Pompa

Tidak kalah penting fungsinya dengan kincir, pompa air merupakan sebuah alat yang harus tersedia pada budidaya perikanan. Terutama apabila letak sumber air lebih rendah dari ketinggian kolam, letak sumber air juga menentukan dalam pemilihan jenis pompa air yang digunakan.

Kebutuhan pasokan air yang memadai dalam budidaya perikanan, mengharuskan para pembudidaya dan pelaku bisnis usaha perikanan wajib memiliki jenis pompa air celup (submersible pump). Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pompa air adalah kedalaman air yang akan dihisap dan berapa tinggi posisi air tersebut akan dialirkan serta daya listrik pompa.

“Daya listrik pompa air harus sesuai dengan daya listrik yang tersedia di tambak. Pada saat ini sudah banyak jenis pompa air yang dijual di pasaran dengan klaim tahan lama dan hemat listrik,” ujar Gisela.

Adapun jenis pompa air yang tahan lama adalah yang memiliki lapisan epoxy coating yang tebal dan memiliki proteksi terhadap korosi. Setiap pompa air yang mengeluarkan debit air yang besar pasti membutuhkan daya listrik yang besar pula.

Gisela menambahkan, hal yang perlu diperhatikan oleh petambak dalam memilih pompa air yang memiliki efisiensi tinggi, yang mampu mengeluarkan debit air tinggi dan memiliki dinamo motor dengan efisiensi tinggi.

Dimana dinamo langsung terhubung dengan kipas impeller yang memberikan putaran maksimal sehingga dapat mengeluarkan debit air yang tinggi. Pompa air celup biasanya digunakan untuk mengisi tandon dan mensuplai air untuk kolam budidaya, penggunaan pompa air dengan kapasitas besar akan menghemat waktu dalam pengisian kolam.

Untuk pengisian tandon dan kolam biasanya menggunakan pompa air celup dengan ukuran 2 inch, 3 inch, 4 inch, 6 inch, 8 inch, 10 inch dan 12 inch. Cara penggunaan pompa air celup sebaiknya pompa harus dalam kondisi terendam semua di dalam air supaya debit air yang dihasilkan tetap maksimal dan juga sebagai pendingin.

Pompa air juga digunakan sewaktu masa budidaya karena keperluan penambahan air dan bisa juga dipakai untuk pembuangan kotoran dan sisa makanan dalam kolam atau yang biasa disebut Siphon. Saat panen, pompa air juga dipakai untuk membantu pengeringan kolam sehingga mempercepat proses panen dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Air jet aerator
Air jet aerator sendiri berfungsi untuk menambahkan konsentrasi oksigen terhadap air hingga ke dasar kolam. Menempatkan aerator di dalam tambak atau kolam adalah kunci kesuksesan untuk mewujudkan lingkungan yang baik bagi ikan atau udang yang cenderung hidup di dasar tambak.

Menyediakan aerator selain memastikan ikan maupun udang mendapatkan ketersediaan oksigen terlarut yang optimum, juga mewujudkan kolam atau tambak yang memiliki kualitas air yang baik. Selain itu, aerator yang bekerja baik juga akan meningkatkan kuantitas bakteri yang menguntungkan di dalam tambak.

Menurut Gisela, sebelum menentukan jenis aerator apa yang akan digunakan untuk tambak atau kolam, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Di antaranya adalah bentuk tambak atau kolam, ukuran dan kedalaman tambak atau kolam, serta jenis atau spesies ikan.

Sebab jika salah dalam memilih sistem aerasi, bisa berakhir dengan gas beracun di dalam air dan meningkatkan resiko kematian pada ikan. Dan perlu diketahui, kata Gisela, setiap jenis aerator masing-masing memiliki perbedaan, cara kerja, dan tingkat efektivitas serta efisiensi yang juga pastinya berbeda. Sama seperti kincir air, penempatan Air Jet Aerator juga perlu diperhatikan menurut arah pergerakan air yang dihasilkan. Dengan begitu, pergerakan kotoran di dasar tambak bisa diarahkan ke saluran pembuangan. (editor/redaksi)

Perkembangan Teknologi Peralatan Pendukung Budidaya Perikanan Indonesia | dengan INFOAKUAKULTUR


1. Bagaimana ibu melihat perkembangan teknologi peralatan pendukung (KJA, Pompa, Kincir, Auto Feeder, Mixer, dll) perikanan budidaya di Indonesia saat ini? Jika dibandingkan dengan negara lain yang juga produsen peralatan pendukung perikanan budidaya seperti apa?

Perkembangan peralatan pendukung utk perikanan di Indonesia sudah cukup baik namun tetap tertinggal dengan negara tetangga sebab pemerintah belum support secara merata dan hanya befokus di beberapa daerah saja. Dengan bantuan Menteri Susi serta meningkatnya tren pembesaran sistem Supra Intensive, petambak mulai mengerti pentingnya peran peralatan untuk efesiensi tambak yang maksimal. Maka dari itu, pengunaan kincir air, pompa, HDPE adalah standard yang sudah banyak digunakan di step awal supra intensive, Autofeeder dan lainnya masi merupakan hal baru dan bisa dipertimbangkan di tahap selanjutnya. Dan juga adanya teknologi baru seperti Air Jet aerator yang ramai disukai digunakan berbarengan dengan kincir karena Air Jet berfungsi menyeburkan oksigen kedasar kolam, dan kincir di permukaan.Seperti apa penjualannya antara pasar lokal maupun luar negeri apakah ada kenaikan, tetap atau penurunan? Seperti apa perbandingan penjualan dengan negara yang juga produsen peralatan pendukung perikanan budidaya?


2. Untuk penjualan kincir Olimpia tidak ada kendala dikarenakan tidak ada perbedaan harga dari produk import maupun lokal, bisa dibilang Indonesia belum mampu membuat teknologi canggih seperti luar negeri. Memang banyak supplier kincir yang merakit di indonesia, dan hanya dinamo & gearbox saja yang diimpor, akan tetapi, pelampung dan kipas sangat jauh kualitasnya dibawah Kincir Olimpia. Pelampung Olimpia sepanjang 177cm dan sangat tebal jadi tidak mudah bocor dan kokoh kualitasnya seperti produk lokal, dan dari segi kipas juga lebih berkualitas dimana dilihat segi value harga yang bisa jadi masi lebih murah dari produk lokal.
Jika terjadi penurunan penjualan, apa yang menjadi kendalanya? Dan solusi apa yang harus diambil?

Kendala mungkin dari pemerintah yang kurang supportive di bagian Indonesia barat ini, akan lebih baik jika ada pemerataan inovasi dan sistem dalam peningkatan perikanan Indonesia secara keseluruhan.

3. Seperti apa peran pemerintah dalam memajukan produk peralatan pendukung perikanan buatan anak negeri? Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah dalam hal ini?

Mungkin pemerintah bisa mulai meniru gaya China dan German akan teknologi mereka dan bisa bekerja sama untuk mendidik dan membudidaya anak Indonesia